Hai, Aku huda yanti putri,
Pembicaraan kali ini cukup unik, karna aku membahas " Pernikahan' dalam kaca mata anak jaman sekarang, anjay! Usia ku saat ini otw 24 tahun alias aku adalah anak kelahiran 00, Di tahun 2024 saat ini pemerintah memberikan kabar baik bahwa bedasarkan BPS (badan pusat statistik) angka pernikahan di indonesia pada saat ini merupakan titik terendah sejak krisis moneter 1997/1998 turun sampai 28,53% sejak 10 tahun terakhir, angka itu menunjukan bahwa saat ini pernikahan bukan lagi tujuan hidup manusia, entah karna pola fikir atau karna faktor ekonomi yang membuat pernikahan menjadi keputusan yang lebih sulit.
banyak faktor yang menyebabkan bergesernya pandangan banyak orang tentang pernikahan, salah satunya karna sosial media, televisi dan orang sekitar bahan tak jarang mereka enggan menikah karna trouma akan pernikahan orang tuanya sendiri, Sosia media sebenarnya ada juga yang menampilkan pernikahan indah dan keluarga yang bahagia tapi banyak pula berita perceraian, KDRT, dll Perceraian selalu menjadi momok menakutkan bagi tiap pasangan, karna tentu saja harapan pernikahan adalah kebahagian, Kalau kita cermati hampir tiap bulan ada saja berita viral mengenai pernikahan yang tampil media sosial X, tiktok,instagram tak jarang hal yan viral di media sosial diangkat pula di televisi sehingga penyebaran berita semakin luas.
di lain faktor banyaknya tete bengek pernikahan yang sebenarnya tidak penting, tapi di normalisasikan oleh khalayak sehingga kita jika tidak mengikuti budaya baru yang berlaku akan menjadi buah bibir masyarakat, orang tua dan finasialnya akan dipertanyakan, Cape sekali. seperti bridesmaid & groomsmen, Siapalah manusia yang menciptakan bridesmaid dan groomsmen menambah pengeluaran dan ga guna, Sialnya hal ini pasti ditanyakan ketika kita akan menikah, bahkan belum menikah pun teman sudah mengancang-ancang
" Nanti kalau kamu nikah, jangan lupa bagi kain ya "
belum lagi acaranya ada lamaran, resepsi, ngunduh mantu, photographer,Vidiographer, MUA, yang menjadi standar pernikahan di indonesia. Lamaran pun kini ada dekornya, udah seperti dekor buat akad, batin kuu
"kenapa ga sekalian akad aja",
Tentu kata kata itu cuma ada di batinku hahaha, aku sama sekali ga masalah kalau orang lain demikian cuma heran aja dan sepertinya konsep terseut ga akan ku pakai di pernikahan ku nanti.
tapi bersyukur turunnya angka pernikahan selain karna faktor di atas yang dijadikan pertimbangan melainkan laki-laki dan perempuan sudah bisa melihat skala prioritas dalam hidupnya, Pernikahan bukan lagi prioritas utama dalam hidup, Terkhusus untuk perempuan yang cita-citanya kerap kali terhenti saat ia menikah. Karir serta kesiapan mental & financial sudah menjadi pertimbangan khusus ketika akan menikah, menikah its not just about you and him but its about you and him
semoga yang sudah menikah, dan sedang menjalani pernikahan di limpahkan bahagia dan kecukupan dalam hal apapun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar