Sabtu, 24 April 2021

I LOVE THIS MOVIE : Miracle in cell no.7

 

          Siapa yang bilang nggak suka Drakor ? Kalian harus banget nonton film ini ,Dijamin kalian langsung kesemsem dah sama ni film wkwkkw, 

Film ini dapat menguras emosi,air mata sekaligus membuat gelak tawa penonton yang menyaksikan termasuk saya,karena film ini tidak hanya sedih  dari awal hingga akhir , namun terdapat unsur komedi didalamnya, yang menurut saya menjadikan film ini seimbang dan juga lebih dari sekedar menghibur serta diharapkan dapat memberikan pesan serta gambaran tentang penegakan hukum yang tidak adil , 

Film ini juga telah diremake oleh berbagai negara seperti Turki, Filipina, India dan juga Indonesia yang diperankan oleh aktor  Vino G.Bastian, Mawar,Eva De Jongh, Tora Sudiro dan masih banyak lagi,film ini diadaptasi ke versi Indonesia menjadi salah satu film yang paling dinantikan

1. IDENTITAS SINGKAT FILM 

Pemeran : 

- Ryu seung-ryong ( Lee young-Gu)

- Kal So-won ( Ye-sung kecil )

- Park shin hye ( Ye-sung dewasa) 

- Jung man- Sik ( Shin bong -Shik) 

- Oh Dal su ( So yang Ho) 

- Park won sang ( Choi Shin Ho)


Sutradara : Lee Hwan-Kyung 

Durasi : 2 Jam 7 menit 

Distributor : Fineworks/Cl Entertainment

Tanggal Rilis : 19 Juli 2013 ( Indonesia)



2. Alur cerita yang seruu bangettt

    Dari awal scene,  penonton akan diarahkan pada alur mundur pada tahun 1997,seorang anak perempuan bernama Ye-Sung (diperankan oleh Kal So-Won) dan ayahnya bernama Lee Yong-Gu(diperankan oleh Ryu Seung-Ryong) yang sedang asyiknya bernyanyi bersama,kemudian Ye-Sung tertarik kepada tas Sailor Moon yang terpajang di sebuah toko, ayahnya berjanji akan membelikan tas Sailor Moon kepada Ye-Sung setelah gajian. Namun tas tersebut ternyata hendak dibeli oleh anak perempuan seorang Komisaris Jendral Polisi. Yong-Gu yang kala itu memohon agar tas tersebut tidak jadi dibeli, namun Yong-Gu dianggap menggangu anak dari Komisaris Jendral Polisi tersebut hingga menyebabkan Yong-Gu dipukuli dan berhasil dilerai oleh keberadaan pegawai toko dan Ye-Sung.


Keesokan harinya Yong-Gu yang bekerja sebagai tukang parkir didatangi oleh anak Komisaris Jendral Polisi dan mengajaknya ke sebuah toko yang juga menjual tas Sailor Moon, di perjalanan hal tidak terduga terjadi, anak itu terpeleset,jatuh dan meninggal dunia akibat salju es. Yong-Gu yang bemaksud untuk menyelamatkan nyawa anak tersebut malah disangka memperkosa dan membunuh anak tersebut, sehingga ia ditangkap.  Ye-Sung yang menunggu kepulangan ayahnya di halaman rumah pun cemas karena ayahnya tak kunjung pulang dari pekerjaannya.


 



Kasus kematian anak Komisaris Jendral Polisi tersebut didramatisir sedemikian rupa agar Yong-Gu bersalah dan terancam hukuman mati. Saat pelaksanaan reka adegan ulang di TKP , Ye-Sung melihat ayahnya kemudian beteriak histeris memanggil ayahnya,Yong-Go berjanji akan pulang segera menemui Ye-Sung, dalam scene ini saya benar-benar sedih melihat anak yang masih kecil dipisahkan dengan ayahnya yang merupakan satu-satunya keluarganya harus disalahkan atas tuduhan kejahatan yang tidak dilakukan.


Di dalam sel, Yong-Gu ditempatkan di sel No.7 bersama lima narapidana kejahatan kelas kakap, awalnya mereka tidak menyukai Yong-Gu namun akhirnya mereka tahu bahwa Yong-Gu tidak bersalah. Bahkan mereka berniat untuk menolong Yong-Gu untuk membawa Ye-Sung yang dirindukan ke tahanan menemuinya. Menariknya para narapidana di sel No.7 memiliki tingkah laku kocak yang dapat membuat penonton tertawa. Ditambah lagi pemimpin napi sel No.7 yang merupakan gangster penyelundup tapi buta huruf sehingga Ye-Sung  mengajarinya cara membaca dan menulis.


Ye-Sung akhirnya tinggal di panti asuhan dan suatu ketika ia ikut serta dalam pertunjukan paduan suara bagi narapidana yang beragama kristen. Dengan berbagai upaya teman satu sel Yong-Gu ,mereka menyelundupkan Ye-Sung agar bisa menyusup masuk penjara menemui ayahnya dan upaya tersebut berhasil. Lambat laun mereka menyukai dan senang dengan kedatangan Ye-Sung di sel mereka karena dapat memberikan kecerian dan kegembiaraan , saya sangat mengapresiasi para aktor dan aktris yang terlibat termasuk pemeran Ye-Sung yang dengan polos dan ceria memainkan perannya membuat cerita semakin manis dan menarik untuk diikuti. 2 hari kemudian , saat hendak mengembalikan Ye-Sung ke anggota paduan suara ,ternyata acara tersebut diganti menjadi acara keagamaan bagi narapidana yang beragama Budha, sehingga upaya untuk mengembalikan Ye-Sung gagal. Para narapidana berupaya mati-matian agar Ye-Sung tidak ketahuan para penjaga penjara

3. Pesan moral film " The miracle in cell no 7


Kasih sayang seorang ayah ke anak yang tak terbatas. Sdi  Film ini kita akan tersadar setidaknya ada dua hal. Bahwa seorang ayah meskipun ia berkekurangan, cacat mental sekalipun, tetap memiliki naluri menyayangi dan melindungi anaknya walau harus mengorbankan dirinya sendiri. Bahwa anak memiliki cinta yang tulus kepada orang tuanya, tak peduli apakah orang tuanya kaya atau miskin, bahkan seperti manusia pada umumnya atau tidak, Kebaikan akan selalu berujung Indah. Di dalam film ini juga mengajarkan bahwa Berbuat kebaikan kepada orang lain tidak memandang bagaimana latar belakang mereka dahulu karena ada saatnya kebaikan itu akan berbalik menolong kita dengan sendirinya. Cepat atau lambat orang-orang akan melihat diri kiita yang sebenarnya.

Wajar anak jaman sekarang ga mau nikah !

Hai, Aku huda yanti putri,       Pembicaraan kali ini cukup unik, karna aku membahas " Pernikahan' dalam kaca mata anak jaman sekar...