Assalamualaikum warahmatullah wb.
Haii gengg.. Blog kali ini adalah lanjutan dari pada materi dari blog kemarin lohh, Kalo kamu penasaran bisa langsung baca di blogku yang " Memahami Mpkk bagian A"
Minggu ini kami melakukan Kuliah offline untuk pertama kalinya di semester ini, Kangen banget rasanya kuliah offline tapi kondisi yang tidak memungkinkan membuat kami hanya bisa melaksanakan Kuliah offline dibeberapa Mata kuliah saja,itupun hanya sekali atau dua kali pertemuann. Tapii gapapa gaess pertemuannya tetap menyenangkan sekalii loh.......
Gambar.1 kuliah offline pertama mpkk
Nah blogku kali ini aku akan melanjutkan membahas mengenai Kontruksi realitas sosial,Fenomenologi dan Dramaturgi,Pembahasannya ga begitu panjang jadi yukk kita pahami bersamaa...
Yang pertamaa tentunya ada KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL Jadi Ada pendapat mengenai konstruksi realitas sosial dari Peter berger dan Thomas Luckman mereka mengatakan istilah konstruksi sosial atas realitas( Social construction off reality) didefinisikan sebagai proses sosial melalui tindakan dan interaksi dimana individu menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subjektif.
Ada gagasan yang dibawa oleh Giambattista Vico Gagasan pokok konstruktivisme telah muncul sejak socrates menemukan jiwa dalam tubuh manusia. Ia mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial setiap pernyataan harus dibuktikan kebenarannya, bahwa kunci pengetahuan adalah fakta. Ia juga mengungkapkan filsafatnya dengan berkata Tuhan adalah pencipta alam semesta dan manusia adalah tuan dari ciptaan sejauh ini ada tiga macam konstruktivisme yakni
1. Konstruktivisme radikal hanya dapat mengakui apa yang dibentuk oleh pikiran kita. Bentuk itu tidak selalu representasi dunia
2. Realisme hipotesis, pengetahuan adalah sebuah hipotesis dari struktur realitas yang mendekati realitas dan menuju kepada pengetahuan yang Hakiki
3. Konstruktivisme biasa mengambil semua konsekuensi konstruktivisme dan memahami pengetahuan sebagai gambaran dari realitas itu
Sejarah teori konstruksi sosial dikemukakan oleh Peter l.berger dan Thomas Lukman berger dan luckman(Bungun,2008:14) mulai menjelaskan realitas sosial dengan memisahkan pemahaman kenyataan dan pengetahuan. Realitas diartikan sebagai kualitas yang terdapat dalam realitas realitas yang diakui sebagai memiliki keberadaan yang tidak tergantung kepada kehendak kita sendiri titik pengetahuan didefinisikan sebagai kepastian bahwa realitas realitas itu nyata dan memiliki karakteristik yang spesifik
Mereka juga menyebutkan ada tiga tahap peristiwa pertama eksternalisasi yaitu usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam kegiatan mental maupun fisik. Yang kedua objektivasi yaitu hasil yang telah dicapai baik mental maupun fisik dari kegiatan eksternalisasi manusia tersebut. Yang ketiga internalisasi yaitu proses internalisasi lebih merupakan penyerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian rupa sehingga subjektif individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial
Ada beberapa asumsi dasar teori sebagai berikut
• Realitas merupakan hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia sosial di sekelilingnya
• Hubungan antara pemikiran manusia dan kontak sosial tempat pemikiran itu timbul bersifat berkembang dan dilembagakan
• Kehidupan masyarakat itu dikonstruksi secara terus-menerus
• Membedakan antara realitas dan pengetahuan
Ada 3 contoh penelitan yang menggunakan Konstruksi realitas sosial :
1. Prostisusi artis online dalam Konstruksi realitas sosial (Studi kasus Tertangkapnya Artis AA dalam bingkai harian sriwijaya post)
2. Konstruksi Realitas Kaum perempuan Dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 wanita (Analisis semiotika film)
Oke lanjuttt....
Yang kedua Ada Fenomenologi,Menurut Alfred Schutz pemahaman kaum fenomenologis, tugas utama analisis fenomenologis adalah merekonstruksi dunia Kehidupan "sebenarnya"dalam bentuk yang mereka sendiri alami titik realita dunia tersebut bersifat intersubjektif dalam arti bahwa anggota masyarakat berbagai persepsi dasar mengenai dunia yang mereka internalisasi kan melalui sosialisasi dan memungkinkan mereka melakukan interaksi atau komunikasi
Gambar.2 Bab pembelajaran Fenomenologi
Dalam pemahaman konstruksi Berger dalam memahami realitas atau peristiwa terjadi dalam tiga tahapan terakhir menyebutkan sebagai momen yaitu pertama tahap eksternalisasi yaitu usaha pencurahan diri manusia ke dalam dunia baik mental maupun fisik ke-2 objektivasi yaitu hasil dari eksternalisasi yang berupa pernyataan objektif fisik maupun mental ketiga internalisasi sebagai proses penyerapan kembali ke dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian rupa sehingga subjektivitas individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial ketiga proses tersebut saling berdialektika secara terus-menerus pada diri individu Dalam rangka pemahaman tentang
Fenomenologi bagi Husserl adalah gabungan antara psikologi dan logika fenomenologi membangun penjelasan dan analisis psikologi tentang tipe-tipe aktivitas mental subjektif pengalaman dan tindakan sadar saat ini fenomenologi dikenal sebagai suatu disiplin ilmu yang kompleks, karena memiliki metode dan dasar filsafat yang komprehensif dan mandiri
Ada dua contoh penelitian yang menggunakan fenomenologi
1. Fenomenologi : PESONA ‘MILITER’ (Analisis
Fenomenologis Tentang Kesadaran Latar Belakang CalonPresiden Indonesia)
2. Daya lentur ( Reliance ) Anak asuh dipanti sosial asuhan anak yogyakarta
Dan yang terakhir adalah Dramaturgi,Sebelum menjelaskan mengenai dramaturgi, dramaturgi dari istilah teater dipopulerkan oleh Aristoteles. Sekitar tahun 350 SM, Aristoteles, seorang filosof asal Yunani, menelurkan "Poetic", hasil pemikirannya yang sampai sekarang masih dianggap sebagai buku acuan bagi dunia teater penjelasannya adalah teori dramaturgi menjelaskan bahwa identitas Manusia adalah tidak stabil dan merupakan setiap identitas tersebut dan bagian kejiwaan psikologi yang mandiri. Identitas Manusia bisa saja berubah-ubah tergantung pada interaksi dengan orang lain.
Gambar 3. Bab pembelajaran Dramaturgi
Disinilah dramaturgis masuk, bagaimana kita menguasai interaksi tersebut titik dalam drama Turkish interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater manusia adalah aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui dramanya sendiri dengan konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh manusia tercipta suasana suasana dan kondisi Interaksi yang kemudian memberikan makna tersendiri.
Kelemahan teori dramaturgi adalah teori ini juga tidak mendukung pemahaman dan tujuan sosiologi, yakni kekuatan kemasyarakatan. Karena tuntutan peran menghasilkan kelas bila berhadapan dengan peran kemasyarakatan Selain itu Teori ini terlalu condong pada positivisme. Penganut paham ini menyatakan adanya kesamaan antara ilmu sosial dan ilmu alam yakni "aturan"
aturan adalah yang mengatur dunia sehingga tindakan-tindakan yang tidak dapat dijelaskan secara logis merupakan hal yang tidak patut ada pula kritik terhadap teori ini yang disampaikan oleh( Widodo,2010:182) bahwa dramaturgi kurang memperhatikan struktur sosial. Data yang dikembangkan berasal dari situasi yang khusus. Manusia dianggap sebagai calon bintang yang menyajikan tindakan meyakinkan bagi orang lain dan merupakan langkah yang meninggalkan determinisme, struktur fungsional.
Ada dua contoh judul yang menggunakan dramaturgi yaitu :
1. Dramaturgi : PRESENTASI DIRI ”AYAM KAMPUS”
(Studi Dramaturgi Mengenai Perilaku Menyimpang Mahasiswi di Pekanbaru)
2. Dramaturgi :Penggunaan media sosial Bigo live ( Studi kasus mengenai pengelolahan kesan media sosial bigo live pada mahasiswa Fisip UNS 2010)
Nah gaesss Sekian pembahasan tentang materi Pemahaman penelitian komunikasi kualitatif bagian 2 inii ,Tapi tenang aja ini bukan yang terakhir kok,Karna masih ada beberapa lagi yang akan kita bahas tentunya di blogku selanjutnyaa ,dahhhhhhhh
Wassalamualaikum warahmatullah wb.